Eni

Baru saja mengobrol di telepon dengan Eni. Kami membicarakan mengenai kepengurusan surat janda beliau, istri pensiunan TNI AD, agar uang pensiun yang didapat menjadi sebagian. Surat ini terkendala karena nama kakek yang tertera di beberapa dokumen berbeda. Di satu dokumen tertulis nama panjang, sedangkan di dokumen lain disingkat. Dokumen tersebut sudah berumur lebih dari 50 tahun, mirisnya orang dari lembaga terkait mengatakan dokumen kopian di tahun-tahun tersebut sudah hanyut terbawa banjir yang sering melanda kawasan Bandung Selatan, tempat kakek sewaktu muda tinggal. Saat ini surat sudah diproses dan tinggal menunggu keluar. Kami tertawa bersama mengenai berita banjir tersebut dan mengingat betapa sembrononya dia dan kakek tidak menyadari perbedaan nama tersebut. Lalu kami pun larut pada kenangan-kenangan lucu lainnya.

Saya selalu menikmati mengobrol dengan Eni, yang kami bicarakan biasanya hal-hal simpel seperti bunga yang baru ditanam di pekarangan, soal kucing baru dirumahnya yang datang entah dari mana, tukang jualan kue yang sudah beberapa hari tidak lewat, atau soal masakannya yang gagal karena ada bumbu yang lupa dimasukan karena sudah pikun. Dia selalu mengingatkan bahwa keindahan ada pada hal-hal sederhana disekitar kita.


I love you, Eni!



0 komentar:

Poskan Komentar