Tampilkan postingan dengan label curhat colongan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat colongan. Tampilkan semua postingan

Eni

Baru saja mengobrol di telepon dengan Eni. Kami membicarakan mengenai kepengurusan surat janda beliau, istri pensiunan TNI AD, agar uang pensiun yang didapat menjadi sebagian. Surat ini terkendala karena nama kakek yang tertera di beberapa dokumen berbeda. Di satu dokumen tertulis nama panjang, sedangkan di dokumen lain disingkat. Dokumen tersebut sudah berumur lebih dari 50 tahun, mirisnya orang dari lembaga terkait mengatakan dokumen kopian di tahun-tahun tersebut sudah hanyut terbawa banjir yang sering melanda kawasan Bandung Selatan, tempat kakek sewaktu muda tinggal. Saat ini surat sudah diproses dan tinggal menunggu keluar. Kami tertawa bersama mengenai berita banjir tersebut dan mengingat betapa sembrononya dia dan kakek tidak menyadari perbedaan nama tersebut. Lalu kami pun larut pada kenangan-kenangan lucu lainnya.

Saya selalu menikmati mengobrol dengan Eni, yang kami bicarakan biasanya hal-hal simpel seperti bunga yang baru ditanam di pekarangan, soal kucing baru dirumahnya yang datang entah dari mana, tukang jualan kue yang sudah beberapa hari tidak lewat, atau soal masakannya yang gagal karena ada bumbu yang lupa dimasukan karena sudah pikun. Dia selalu mengingatkan bahwa keindahan ada pada hal-hal sederhana disekitar kita.


I love you, Eni!



Break the cycle

Memilih memulai sesuatu dari awal memang tidak mudah. Mencoba melihat lagi kebelakang, semua perjalanan yang telah dilewati sampai di titik ini. Mencoba mengevaluasi dan mempertanyakan. 

Pertanyaan-pertanyaaan seperti ini mungkin tidak dapat dihindari oleh siapapun. selalu ada ragu dan tanya pada setiap proses. Namun kali ini saya mencoba mengesampingkan tuntutan-tuntutan sekitar, dan menjadi kertas kosong kembali, mau jadi apa? Kontribusi seperti apa yang ingin dan perlu saya berikan ke keluarga dan lingkungan? Potensi terbesar apa yang belum saya gali? Prinsip dan value apa yang tidak dapat ditawar lagi?

Persimpangan. Melanjutkan apa yang telah dimulai dengan mengesampingkan inner voice yang terus berontak, atau break the cycle! dan mengikuti impian dasar yang kerap datang mengingatkan.  

Follow the passion

Tidak ada yang pasti. Yang pasti hanyalah ketidakpastian itu sendiri. Saya percaya bahwa dengan niat yang  baik dan tulus, maka pintu dan jalan akan terbuka, sekarang tinggal bagaimana saya menyiapkan diri.


Opportunity dances with those who are ready on the dance floor – Jackson Brown, Jr.

Saya memang beruntung, dikelilingi orang-orang yang selalu mendukung. Orang-orang yang membuat saya berani dan percaya bahwa saya bisa. Terutama Bergas, terimakasih banyak :)





Wanita dan shopping

Wanita memang makhluk paling tangguh, lihat saja keteguhan dan kegesitannya dalam memburu barang-barang di toko. Berjam-jam berdiri dan berjalan kaki kesana kemari bukanlah masalah :D

“aduh beli ga ya..kalo ga beli sekarang gw takut nyesel dan kebayang-bayang ntar dirumah..” 

“ini beli ini aja, mumpung lagi diskon loh, tuh liat special price”. 
“oh emang harga biasanya berapa? 
“……”

Ya begitulah wanita :p. Belanja atau sekedar window shopping jadi semacam refreshing. Mendapatkan barang berkualitas dengan harga yang memuaskan merupakan suatu kebanggan tersendiri. Tak jarang sampai berlebihan, rela berkompetisi berebut produk dengan wanita lainnya di tengah malam saat midnight sale.

Waktu masih tinggal di Bali, saya suka sekali berjalan-jalan menyusuri toko-toko dan butik disepanjang jalan Ubud atau seminyak. Betapa tidak, desain interior maupun desain fasad dari tokonya saja sudah menarik. Setiap toko menawarkan konsep dan ambience yang berbeda. Toko lukisan, barang-barang handmade, aksesoris, ataupun toko pakaian menawarkan desain yang unik, beragam dari mulai formal sampai super hyppies. Tinggal diliat sekilas dari kaca, maka akan terbayang konsep desain produknya secara umum. Saya tidak merasa harus dibuat berputar-putar untuk menemukan barang yang akan saya suka. 

Toko kesukaan saya biasanya toko yang menjual berbagai macam aksesoris interior dan homewares. Kain-kain dengan motif yang unik dan menarik, hasil kerajinan tembikar untuk perlengkapan dapur, sampai furnitur dari bahan-bahan daur ulang. kalau sudah begitu, bisa kuat deh berlama-lama. Kreatifitas dan ide yang ditawarkan membuat saya betah.

Setelah kembali ke Pulau Jawa rasanya beda. Tidak bisa deh berlama-lama liat barang-barang di toko apalagi mall, bawaannya pusing karena produknya banyak dan mirip-mirip. Model-model yang sedang hits berseliweran. Sangat Membosankan! Disini bagi saya mendatangi thrift shop alias toko barang bekas semacam garasi opa jauh lebih menarik daripada melihat-lihat barang-barang di mall. Sepertinya ga bakat nih jadi wanita ibu kota, yap mungkin perlu sedikit penyesuaian :p

Lagu kebangsaan :))

Pengalaman menggunakan Malaysia Airlines

“because today is your lucky day!” sambil tersenyum mbak-mbak di counter check in mengatakan tanpa alasan yang jelas bahwa saya dipindahkan dari kelas ekonomi ke kelas bisnis untuk perjalanan 14 jam dari Paris ke KL. Kondisinya pada saat itu saya sedang demam berat akibat perbedaan cuaca yang ekstrim. Rasanya seperti doa terkabul. Sebelumnya disepanjang perjalanan menuju airport saya terus menerus berpikir bagaimana caranya supaya dapat tidur dengan nyenyak didalam pesawat.

Ketika ada pengecekan nomor kursi di pintu masuk pesawat, saya dipersilakan mengambil jalur kiri. Sesaat setelah belok kiri, ada petugas yang menghampiri sambil bertanya apakah winter coat saya mau dilepas, setelah itu dia menunjukan tempat duduk dan menyimpan winter coat di gantungan depan kursi. Setelah saya duduk dia bertanya koran apa yang mau saya baca dan minuman apa yang mau saya minum. Dengan sedikit canggung saya mengatakan tidak perlu koran pada saat itu dan meminta jus jeruk. Selang beberapa waktu petugas tersebut datang kembali dengan segelas jus jeruk dan menjelaskan dengan ramah bahwa dibelakang kursi saya tersedia cemilan dan minuman ringan yang dapat diambil kapan saja. Saya mengatakan terimakasih dan kamipun bersiap untuk lepas landas.

Saya yang selalu menggunakan kelas ekonomi ini lalu kebingungan dengan tombol-tombol yang ada dikursi :D, setelah mencoba-coba akhirnya paham juga fungsi masing-masing tombol. Ada tombol untuk mengatur kaki, tangan, dan badan. Senang bukan main mendapati ternyata dapat dibuat 180 derajat alias tidur dengan sempurna. Tidur nyenyak, audio dan video system lengkap, toilet yang besar dan nyaman, makanan lengkap (appetizer, main, desert) sebanyak tiga kali, cemilan, dan bisa pesan minuman apa saja termasuk champagne!! hwaa rasanya saat itu tidak dapat berharap lebih selain mengucap rasa syukur mendapatkan pelayanan yang setelah saya cek harus merogoh kocek sekitar 40jutaan sekali jalan ini.
------------------------------------------------------------
Lalu mata saya terbelalak tidak percaya dengan berita yang baru saja saya tonton. Salah satu pesawat komersial Malaysian Airlines hilang tanpa jejak. Banyak spekulasi dan teori bermunculan. semoga keluarga yang kehilangan dapat diberi ketabahan dan kesabaran. Kejadian ini mengingatkan saya bahwa hal ini dapat menimpa siapa saja. Keberuntungan dan ketidakberuntungan adalah dua mata uang yang dapat menimpa kapan saja. We never really know what will happen tomorrow. Mengingatkan kembali untuk selalu bersyukur atas semua nikmat dan keberuntungan setiap harinya. Terimakasih.

Ilustrasi dalam pesawat diambil dari sini

Duksek & Insomnia


Postingan kali ini adalah curhat colongan setelah mengobrol dengan seseorang tentang sulitnya tidur/ insomnia. 

Duksek. Itulah kata yang sering dilontarkan keluarga saya karena kebiasaan saya yang sangat mudah terlelap, dalam hitungan menit bahkan detik saya sudah bisa masuk ke alam tidur. Tidak hanya diatas kasur dirumah yang nyaman, di dalam bis bahkan di angkot, asalkan bisa duduk rileks saya bisa saja tertidur. Gaswat. 


Kuliah di jurusan arsitektur memberi tantangan tersendiri bagi saya si pengidap duksek ini. Ketika awal-awal harus begadang karena banyaknya tugas, tidak jarang saya menemukan diri terbangun diatas gambar yang tercoret karena ketiduran. Gondok dan langsung panik dikejar deadline. Seringkali sampai harus membasuh muka berkali-kali atau menampar pipi sendiri untuk membuat diri tetap terjaga. Lama-kelamaan jadi tau bahwa ada yang namanya jam-jam ngantuk. Begitu jam ngantuk ini terlewat, maka aman, saya bisa melek sampai pagi. Saat itu saya menemukan hal menarik bahwa jam berapapun saya tidur, saya pasti terbangun jam 6 pagi, walaupun tentu saja tidur lagi kalau sehabis begadang :D


Kebiasaan begadang yang merusak pola tidur ini ternyata tidak mengubah kebiasaan cepat tertidur. Tetap saja, setelah jam ngantuk lewat, jam berapapun saya berbaring dan mencoba tidur, langsung bisa terlelap. Tidak pernah merasakan yang namanya sulit tidur/ Insomnia. 


Setelah lulus terutama sehabis pindah ke Bali, tiba-tiba berubah. saya menjadi sulit terlelap. Mencoba memejamkan mata, mengosongkan pikiran, menghitung sapi, minum susu, minum chamomile tea, atau membaca buku yang membosankan pun sudah dicoba, tapi tetap saja mata ini melek dan sulit terpejam. Saya memanfaatkannya untuk mengerjakan tugas kantor. Begitu seterusnya hingga menjadi kebiasaan. Alhasil di siang hari badan terasa lemas dan tidak fit, kurang antusisme dan tidak fokus. 


Pola tidur berantakan karena sulit terlelap ini masih dialami sampai saya pindah ke Jakarta. Ditambah lagi dengan udara yang sangat gerah, membuat tidur semakin tidak nyaman. Sampai suatu titik saya berpikir bahwa kebiasaan ini harus dipotong. Lama-lama bisa jadi zombie kalo kaya gini terus. 


Saya lalu membeli pil lelap dan mencoba minum beberapa malam. Hasilnya memang sedikit membantu tapi solusi bodoh ini lalu membuat saya takut menjadi ketergantungan dan merusak tubuh. Lalu saya bertekad, jalan satu-satunya adalah disiplin diri, mengatur untuk tidur maksimal jam satu malam di hari kerja. 


Awalnya saya melakukan aktivitas yang membuat badan super lelah seperti sit up sebelum tidur. Aneh juga sih kalau dipikir-pikir lagi :D, tapi ternyata ampuh dan lama-kelamaan tanpa rasa lelah pun saya bisa terlelap. Selain itu saya menghindari kopi di malam hari, lalu memastikan diri meninggalkan aktivitas depan laptop ketika jam waktu tidur datang walaupun masih asik mengerjakan sesuatu atau internetan, ini salah satu yang paling membedakan dari usaha-usaha tidur sebelumnya, lalu memastikan tempat tidur bersih, mematikan lampu, dan menyetel musik brainwave/ meditasi yang saya unduh gratisan di internet. 


Mendengarkan musik yang sesuai ini sangat membantu karena sistem tubuh dikendalikan oleh otak, dan untuk dapat mengendalikan itu diperlukan hormon yang sesuai untuk menghasilkan perasaan tertentu, dan disanalah musik brainwave/ meditasi bekerja, memberi ransangan untuk memproduksi hormon tertentu dan membuat otak kita dalam kondisi alpha dan theta yang membuat kita merasa rileks. 


Hasilnya…ada perubahan signifikan dari hari ke hari. Walaupun diawal dirasa sangat sulit dan selalu tergoda untuk membuka laptop lagi, tapi setelah dipaksakan, lama-kelamaan waktu yang dibutuhkan untuk terlelap semakin sedikit, bahkan sekarang bisa langsung terlelap begitu sampai kasur, menjadi duksek kembali di jam tertentu. 


Ternyata insomnia adalah soal disiplin diri. Jika seseorang mau dan menset dirinya untuk tidur teratur, lama kelamaan badan akan menemukan pola-nya sendiri. Meskipun pada suatu waktu sedang banyak pikiran, tetap bisa tidur mudah di jam tertentu karena dengan keteraturannya sistem tubuh sudah terpola di alam bawah sadar bahwa saat itu waktunya untuk tidur. 

Perempuan dan 'datang bulan'

Datang bulan bagi sebagian perempuan mungkin benar-benar bisa menjadi mimpi buruk, kalo melihat dan mendengar dari pengalaman beberapa teman, mereka memiliki pengalaman nyeri haid yang tak tertahankan sampai rasanya hampir ingin pingsan. Salah satu teman SMA bahkan langganan tidur di klinik sekolah setiap kali datang bulan hari pertama, kalau dijenguk kondisinya memprihatinkan sambil tidur dengan badan melengkung menahan rasa sakit dan keluar keringat dingin. Ada juga teman yang menjadi super sensitif, katanya dia selalu ingin marah-marah ke semua orang tiap kali datang bulan :D. Sindrom pramenstruasi (PMS) ini ternyata efeknya beda-beda bagi tiap orang, bisa menyebabkan rasa kembung, payudara sakit, mudah marah, murung, kepala pusing, muncul jerawat, bahkan kedinginan atau kepanasan.

Syukur saya tidak pernah merasakan rasa sakit yang separah itu. Biasanya tiap kali datang bulan memang mood naik turun tidak jelas dan pikiran tidak teratur, tidak fokus, sangat tidak nyaman dibarengi dengan sakit perut dan sakit kepala. Namun masih bisa dikontrol dan tidak mengganggu aktivitas. Mungkin perbedaan ini disebabkan daya tahan dan kondisi tubuh masing-masing orang. Tidak heran di beberapa kantor terdapat dispensasi bagi pekerja perempuan untuk cuti datang bulan 1-2 hari dalam sebulan seperti di kantor saya sekarang.

Nyeri haid ini normal, disebabkan oleh zat yang disebut prostaglandin. Zat ini diproduksi oleh tubuh dan ditemukan di lapisan Rahim. Ketika haid dimulai, zat ini merangsang kontraksi untuk melepaskan lapisan Rahim sehingga menyebabkan kram. Kram ini bisa disebabkan pula oleh darah yang belum mengalir lancar. Menumpuk di uterus dan membentuk gumpalan. Uterus merespon dengan berkontraksi untuk dapat mengeluarkan darah.

Solusi PMS ini bisa macam-macam, ada banyak obat di luaran sana yang dapat membantu mengurangi rasa sakit, atau bisa juga dengan obat tradisional seperti kunir asem. Setelah baca-baca ternyata obat pil/ minuman pereda nyeri dapat membuat iritasi di lambung dan memiliki efek samping mengganggu kesuburan jika dikonsumsi terus menerus setiap kali datang bulan, maka sebaiknya dihindari. Jika terasa sakit perut yang tidak tidak tertahankan dan dirasa tidak normal, sebaiknya mengunjungi dokter spesialis karena bisa menjadi tanda-tanda penyakit kista. Solusi bagi saya jika sakit perut bulanan kambuh, saya sekarang suka mengompres perut dengan air hangat, cukup ampuh ternyata membantu mengurangi rasa sakit di perut dan pinggul. Seperti saat tulisan ini dibuat, saya sedang menunggu air panas matang untuk mengompres perut karena terjaga di malam hari dengan sakit perut yang cukup mengganggu.

Sistem tubuh perempuan memang dirancang lebih kompleks, tidak heran jika pikiran perempuan pun menjadi lebih kompleks (pembenaran) hahaha :D. Bagaimanapun tiap kali datang bulan, mengangatkan saya akan fitrah-nya perempuan sebagai ibu. 

:)

Akhir-akhir ini pikiran selalu mengenai keluarga. Semakin saya tumbuh semakin sadar bahwa tidak ada yang lebih penting selain keluarga dan orang-orang terdekat. Kita mungkin tidak dapat mengubah dunia, tapi kita mungkin untuk membangun keluarga kita yang memberi dampak positif untuk orang lain disekitarnya. Amin.

there are two gifts we should give our children; one is roots, and the other is wings -Henry Ward Beecher


Amin. Semoga mampu.

Rumah

Masih dalam kerangka bahwa impian itu sebaiknya ditulis dan disertai foto (anjuran SIAware), akhirnya saya mencoba menyusun rumah masa depan! :D

Berbicara mengenai rumah, impian saya adalah memiliki rumah di pegunungan, tapi sepertinya itu masih jauh dari realistis, ya setidaknya untuk saat ini. Opsi lainnya adalah memiliki rumah di pinggiran kota dengan halaman yang luas. Memiliki halaman luas di tengah kota sepertinya sudah tidak mungkin, harganya pun tidak masuk akal dan kantong. 

Dengan halaman yang luas anak-anak bisa berlarian, jumpalitan, manjat pohon, bebas! Maennya dirumah, boleh ajak temen-temennya dateng kerumah dan jadi tempat berkumpul yang asik. Dihalaman ini juga harus ada kebun sayur! dan (mungkin nanti) binatang ternak; ayam, sapi, apa lagi ya..(eh katanya usaha ternak sapi juga menjanjikan? hehe). Tantangannya adalah mencari lahan di pinggiran yang masih punya akses yang cukup mudah ke kota, untuk menunjang pendidikan anak.


Kebun Sayur di Rumah
Rumahnya sendiri ga perlu besar, cukup didesuaikan dengan kebutuhan ruang yang ada. Jadi kalau emang nantinya perlu diperbesar, memungkinkan untuk dijadikan rumah tumbuh. Bertahap sesuai kebutuhan dan budget. Material ekspos sehingga tidak ada pekerjaan finishing yang tidak perlu dan tampilan bangunan menjadi ‘lebih jujur’.

Beberapa contoh rumah yang mengekspos material. 
Ukuran disesuaikan pastinya dibuat versi mininya :D
Material yang diekspos (batubata, kayu, batu), terdapat bukaan yang banyak untuk cahaya dan udara, ruangnya pun terbuka tanpa banyak sekat, menggunakan lantai ubin terakota seperti pabrik kunci/ sadus, seperti rumah-rumah trasidisonal di Jogja, agar hangat di malam hari dan dingin di siang hari.
Contoh Lantai Ubin yang Bermotif
Saya suka yang simpel dan tidak mau rumah nantinya jadi rame. Ubin yang bermotif hanya sedikit saja jadi aksen di bagian-bagian tertentu (misal kamar mandi atau pojokan), sisanya menggunakan ubin yang polos.

Bagian belakang rumah punya teras luas yang beratap, lantainya decking kayu cari yang bekas, nanti dipasang hammock, ada tempat ngopi, ngeteh atau mengobrol sambil menikmati baileys di sore hari bersama keluarga :P, ada space untuk anak-anak bermain, menggambar, intinya ruang semiluar yang serbaguna deh.

Teras Belakang untuk tempat berkumpul
Hammock di rumah!
Ide bagus, bikin dinding panjat dirumah untuk melatih motorik anak
Untuk tempat bekerja, di halaman terdapat bale yang sekaligus sebagai semi-outdoor office dan tempat bersantai melepas penat. Atau kalau budgetnya mencukupi, tempat kerjanya dibuat bangunan kecil sendiri terpisah. Workshop untuk bisnis membuat barang-barang penunjang interior juga nantinya dibuat di gudang belakang halaman rumah. Menurut Harvard business review, outdoor office bagus untuk menumbuhkan ide-ide dan meremajakan pikiran.


Kantor di Halaman Rumah
Pada bagian atap, sebagai bentuk penyesuaian untuk rumah tumbuh, dibuat green roof dengan deck yang bisa jadi taman atas, bisa untuk tidur-tiduran untuk liat bintang, kalau punya teropong bintang kayanya seru juga, undang teman-teman dekat membuat barbeque atau acara nonton bareng disana. Nantinya kalau rumah perlu dibangun, bagian ini bisa jadi ruangan atas, baru pasang atap atau mungkin dibuat roof garden lagi diatasnya.


Ceritanya ini ditaman atas atap. Undang Teman untuk sekedar nonton bareng/ bertukar ide-ide seru
sambil membuat barbaque bersama.
Rumahnya harus ramah dengan lingkungan. Menggunakan material lokal yang berasal dr setempat dan dicampur material bekas layak pakai, Tanki air disimpan diatas untuk meminimalisir penggunaan pompa, dibuat pula tanki–tanki penampung air hujan untuk bisa digunakan kembali misalnya untuk menyiram tanaman. Desain bukaan harus baik yang memungkinkan sirkulasi udara, pencahayaan alami dan mengurangi temperatur ruangan. Perletakan ruang terbuka dan tidak banyak sekat.

Huaaa harus bisa mewujudkan ini, yang pasti harus memutar otak untuk memprogram biar rumahnya efektif dan murah tapi tetap bagus secara finishing. Sekarang waktunya kerja keras dan fokus. Rumah yang homey, tempat berekspresi, tempat melepas penat, tempat berlindung dan berkumpul. 


Home where the heart is.