Batu bata yang hilang


Di satu bukunya Paulo Coelho menuliskan soal batu bata yang hilang;

Ketika saya dan istri saya sedang berpergian, sekretaris saya mengirimkan faks pada kami, “ada satu batu bata yang hilang untuk pekerjaan renovasi dapur”, tulisnya. “Saya mengirimkan rancangan aslinya, dan berikut rancangan yang dibuat si pembangun sebagai gantinya.”

Di satu sisi ada rancangan asli yang telah dibuat istri saya: susunan bata yang selaras dengan lubang untuk ventilasi. Di sisi lain ada rancangan yang dibuat untuk menyelesaikan masalah akibat bata yang hilang itu: susunan yang baru.

“beli saja bata lainnya,” tulis istri saya. Mereka membelinya dan dengan demikian tetap menggunakan rancangan yang semula.

Siang itu saya merenung-renungkan apa yang terjadi; betapa seringnya hanya karena kekurangan satu bata, kita membongkar sepenuhnya rancangan kehidupan kita yang mula-mula. Padahal yang diperlukan hanyalah menyelesaikan satu kekurangan/ masalah/ tantangan itu saja.

0 komentar:

Poskan Komentar