Kegiatan minggu pagi di Lembongan


Yaaay minggu pagiii, enaknya ngapain lagi selain bangun lebih siang terus jalan-jalan, apalagi kalau cuacanya cerah kayak hari ini. Bangun-bangun kepala agak pusing, semalam ketiduran ditengah nonton serial Sherlock Holmes. Setengah sadar melihat sekeliling, mencari kode kalau-kalau ada yang terjadi semalam, oke barang-barang sepertinya masih ada pada tempatnya semula hahaha berasa ada di scene Sherlock Holmes. Gini nih kalo lagi keranjingan nonton film-film detektif dan lagi baca buku Dream Eaters-nya Dahlquist jadi siaga berlebihan :P. loncat dari tempat tidur, ke toilet, ambil sepatu keds dan bersiap untuk.…jalan-jalan!!

Lagi jalan ga sengaja nemu beberapa ranting. Diliat-liat bagus juga, yaudah saya pungut beberapa sebelum lanjut jalan lagi. Berhenti di warung sebentar beli kopi, lalu ngobrol seperti biasa sama ibu setelah dua hari tutup, menunggu cerita-cerita barunya yang selalu up to date soal pulau ini, atau pulau sebelah dari hasil brik-brikan bapak-bapak di bale depan warungnya. Kali ini Beliau bercerita bahwa hidup di Bali ga mudah, minggu lalu beliau harus tutup warung selama beberapa hari karena ada upacara nikahan sodara, kemarin tutup lagi dua hari karena ada upacara sebulanan cucunya, dan beberapa hari kedepan harus tutup lagi karena ada Odalan. 

Odalan adalah upacara merayakan ulang tahun pura. Upacara ini bisa hanya 1-3 hari atau bahkan ada yang sampai sebulan, tergantung besar puranya. Setelah upacara keagamaan, odalan diisi dengan acara hiburan dengan tarian, drama musikal atau komedi, sesuai dengan kalender bali yang memiliki siklus 210 hari. Menurutnya walaupun sebagai orang Bali mendapat banyak hambatan kegiatan dikarenakan banyaknya upacara, namun dia percaya kalau upacara-upacara tersebut melindungi warga Bali dari malapetaka. Beliau percaya bahwa masyarakat Bali tidak akan mendapat musibah besar seperti daerah-daerah lain karena mereka menjalankan upacara-upacara yang bukan hanya mendekatkan diri pada tuhan, juga menjalin hubungan yang baik dengan makhluk-makhluk lain yang mereka percaya berbagi alam dengan manusia.

Setelah puas jalan kaki, pulang beres-beres kamar lalu cuci baju dan mandi. Setelah itu mulai bingung mau ngapain, membiasakan diri untuk enggak nyentuh kerjaan di akhir pekan. Biasanya kalo lagi down kaya sekarang saya kecendrungannya destruktif seperti lupa makan, males ngerjain ini itu, enggak produktif sama sekali. Kali ini saya mau coba untuk berubah, saya paksain diri saya untuk tetap produktif. Yaudah akhirnya saya coba gambar-gambar dikertas tapi jadinya nihil, coba ngedit foto juga hasilnya nol besar, ga konsen. Otak lagi ga bisa diajak kerjasama. Dia lagi fokus mikirin sesuatu yang bikin saya down dan semakin memaksa otak untuk bekerja semakin saya mikirin hal itu. Akhirnya saya ingat sama si ranting yang tadi pagi saya temuin. Ahaaaaaa..di detik itu rasanya mungkin sama kaya pas Sherlock berhasil mecahin teka teki di kasusnya..haha..ini diaaaa si jalijali..

ranting temuan :D

Ngambil beberapa cat, kuas, dan akhirnya hasilnya..taaa daaaa…





Lumayan ga memaksa diri untuk mikir, tapi saya menikmati kegiatannya dan yang penting tetap produktif  :)

Peace and Happiness.
Kenapa peace dan happiness? Gatau juga ya tadi kayanya langsung yang kepikiran dua kata itu. Orang bilang jangan pernah menggantungkan dua kata ini pada orang lain, dua kata ini harus ada di masing-masing orang, kalau enggak kita tidak akan pernah benar-benar bisa merasakannya.

HOME.
Kenapa ada pesawatnya? Karena saya punya pesawat cetakan itu nemu di gunung ijen, warna aslinya kuning, bahannya sulfur, saya dulu sempet iseng cat warnain itu biar agak-agak edgy eh lumayan juga kalo di mix sama si papan ini. Mungkin kalau disambungin jadinya gini: pesawat artinya pergi, dengan meninggalkan rumah kita jadi tau rasanya pulang, jadi lebih memahami maknanya rumah. Rumah, tempat dimana kita mengekspresikan diri kita yang sebenarnya. 

A real living space which made from living. A bored materialist can’t understand that a house have to become a home. It is through perfection but by PARTICIPATION.

0 komentar:

Poskan Komentar