Sahabat cowok, why not?

Sedang merasa kangen sama Enrico, sahabat yang sekarang kuliah diluar. Bersamanya saya bisa berbagi cerita, senang susah. Rasanya sekarang susah sekali menemukan sahabat pria yang seperti dia. Sahabat yang tulus, ada ikatan emosi dan kami sama-sama menghormati persahabatan kami dan sayang rasanya untuk mengahancurkan hubungan yang telah dibangun. Memang susah nampaknya menjaga perasaan dalam pertemanan antara pria dan wanita, ntahlah rasanya sekarang sedikit dekat, belum apa-apa dikira ada apanya,,hahhahha,, padahal tidak ada salahnya kan berteman dekat dengan lawan jenis, dengan Rico saya merasa bisa bicara blak-blakan, tanpa perlu takut takut menyinggung, bisa mengkritik dengan lugas dan pastinya curhat-curhatan gebetan,,hahah masa-masa labil itu,, begitupun ketika kami sama-sama punya seseorang lebih-dari-sekedar-teman, kami bisa tetap bersahabat, tidak ada yang berubah, karena kami menghargai privacy masing-masing dan menghargai batasan-batasan menceritakan kehidupan masing-masing,, huhu kangen banget sama lu Co.. cepetan pulang..gw tunggu undangan nikahlu..yippieee..

0 komentar:

Poskan Komentar