campuraduk


Yiippiiee..hari ini rasanya campur-campur deh, mulai dari perasan capek, seneng dan pegel karena habis jalan jalan mengelilingi istora seharian di pameran buku kemarin bareng si pacar :P, emang pameran buku tuh godaan paling ga bisa dihindari, beli buku udah kayak orang kesurupan, hehe.. selain itu rasa seneng juga ada setelah kemarin (juga) ada penyerahan hadiah dari panitia sayembara booth exibition di JCC, syukur, senang banget dapet uang sendiri, hihi,, dan yang terakhir adalah perasaan kecewa. Yah ada rasa sedikit kecewa karena desain boothnya banyak berubah, ada beberapa konsep yang jadinya tidak sampai karena pertimbangan struktur yang lebih mudah dan budget. Padahal konsep itu termasuk yang saya dan mitok unggulkan. Rasa menyesal juga ada kenapa tidak mengawasi di hari2 terakhir, dilema juga karena saya mesti KP, dan akhirnya memilih untuk tetap masuk KP. Hiiikkzz..
Setelah beberapa kali mengalami langsung seperti ini, saya menyadari betul profesi yang sekarang dan (mungkin :D) akan saya geluti benar benar berada di dua kutub, antara kutub ideal dan dunia nyata. Tidak semua idea yang ingin disampaikan dan ingin dicapai dapat terealisasikan 100%. Kemampuan arsitek terletak pada bagaimana dia berhasil mengelaborasi idea yang ada dengan berbagai perimbangan teknis lainnya. Semakin arsitek dapat menghasilkan solusi dan jalan tengah bagi keduanya, semakin berhasilah sang arsitek. 
Jadi membayangkan apa yang dirasain Pak Emil ketika memengkan sayembara museum tsunami di Aceh yang (katanya) pada realisasinya banyak berbeda dengan desain awal. Mungkin adabaiknya jika pihak yang akan membuat sayembara atau mungkin menggunakan jasa arsitek untuk lebih memerjelas platform dan apa prioritas yang ingin dicapai. Sangat baik jika mencantumkan perkiraan budget yang dimiliki sehingga arsitek dapat dengan lebih mengsokplorasi konsep dan ideanya dan nantinya benar-benar dapat direalisasikan sehingga tujuan dari owner dan tujuan arsitek terhadap bangunan yang dirancangnya dapat tercapai 









2 komentar:

BERGAS BIMO BRANARTO mengatakan...

"Yah sedikit kecewa karena desain boothnya banyak berubah, ada beberapa konsep yang jadinya tidak sampai karena pertimbangan struktur yang lebih mudah dan budget."

kecewanya karena desain lu harus diubah tanpa lu tau atau karena ternyata ada kekurangan di desain lu (kurang ngitung masalah struktur)?

Anita Yuliana mengatakan...

Ada yang gw ga tau bim, seperti keramik yang tadinya dibuat mozaik jadi lurus-lurus aja. trus bentuk sofa yang digunakan, ternyata yang digunakan lebih kecil. masalah struktur paling banyak berubah karena ingin menutupi gudang, bukan tidak mungkin terbangun, tapi karena sayembara gada proses asistensi, ternyata mereka tidak ingin gudang terlihat-padahal kami membuat itu sebagai aksen. meja dealing berubah karena pertimbangan budget dan yang paling berpengaruh itu area perantara antara stage dan sirkulasi pengunjung yang diharapkan dapat menarik pengunjung ke booth tanpa pengunjung sadari, ternyata dibuat menjadi tempat untuk kursi dealing juga yang benar2 ditaro ditengahnya..yah begitulah, tapi gw seneng mereka kooperatif sih, pertimbangan yang mereka ambil pun bisa diterima, dan semoga hasilnya tetep bisa merepresentasikan produknya,hehe

Posting Komentar