proses

Hello world. Hari yang berat. Bangun tidur kepala rasanya pusing. Teringat masa kecil dulu ketika bangun tidur langsung loncat kasur, ke kamar mandi terus makan sambil nonton tv. Tidak ada beban. Seperti kupu-kupu yang terbang kesana kemari dengan bebasnya.

Kemarin hari yang cukup aneh. Hari sidang akhir saya yang ternyata membuat saya cukup menangis sesenggukan. Dada rasanya penuh dan sesak. Pikiran tak tentu arah. Dimulai dari mengeprint paginya dan mengantri banyak sehingga membuat saya terlambat beberapa menit masuk ruang sidang. Presentasi cukup lancar, hampir semua pertanyaan saya bisa jawab dengan pasti, selalu ada argumen mengapa desain saya seperti itu. Sampai pada akhirnya pertanyaan mengenai struktur. Saya jawab. Dan OMG ternyata struktur yang saya gunakan tidak cukup efisien dan berlebihan untuk digunakan. Gosh. Badan rasanya langsung lemas. Akhirnya saya pasrah.

Setelah sidang sebelum pengumuman hasil kelulusan saya diminta mengahadap oleh dosen pembimbing. beliau mengatakan bahwa saya tenang saja. Beliaupun sama tidak tahunya dengan saya apakah saya lulus atau tidak, beliau lalu mengatakan bahwa keempat dosen penguji termasuk dirinya menyatakan saya lulus, tetapi ada satu dosen yang karena struktur saya maka tidak meluluskan. walaupun beliau tidak mengatakan rasanya saya tahu bahwa dosen yang tidak meluluskan saya adalah dosen koordinator sidang kelompok dimana beliaulah yang berhak memutuskan seseorang pada kelompok saya lulus atau tidak. Heumm badan rasanya langsung lemas. sebelum keluar ruangan, pembimbing sempat mengatakan TA saya harusnya bisa A jika saya memilih struktur lain yang lebih sederhana dan efisien. jleb.Setelah berterimakasih saya keluar dari ruangannya dan kembali ke kapling, berkumpul dengan teman-teman lain yang menunggu hasil pengumuman kelulusan.

Muka saya yang kusut berantakan membuat teman2 saya berusaha menghibur. Saya akhirnya makan bakso malang yang dibelikan cmel. Lumayan baikan. Sampai pada akhirnya ada yang berteriak untuk turun kebawah karena akan diumumkan hasil kelulusan. Tiba2 airmata saya tidak bisa berhenti mengalir. Hehehe.. disana ada yayi, seorang teman dekat yang mencoba menenangkan sambil memeluk hangat. Setelah bisa mengontrol diri, saya langsung berlari menyusul teman2 dibawah. Dan terrreeengg..terreeenggg.. saya tidak termasuk pada orang-orang yang dinyatakan lulus. Hwaaa.. karena sudah sempet menangis, rasanya lega mendengar pengumuman itu. Setidknya saya sudah iklas kalau memang saya harus mengulang. Tidak menebak-nebak.

Euphoria teman-teman terasa seperti alunan musik harpa yang terdengar tenang tapi menyayat. Akhirnya saya memilih untuk bersama dengan teman-teman yang senasib dilantai dua. Saya tidak ingin mengganggu euphoria teman2 lain di kapling lantai lima. Kami mengobrol-tidak lagi bersedih tetapi mulai tertawa bersama dan saling berjanji untuk memperbaiki kesalahan dan akan saling membangun ketika waktunya mengulang nanti.

Ini pertamakalinya saya merasa kecewa kembali terhadap diri sendiri setelah pengumuman SPMB karena tidak lulus masuk kedokteran. Yang memberatkan saya lagi-lagi bukan karena saya tidak masuk atau lulus. Lebih kepada saya merasa telah mengecewakan kepercayaan orangtua. Saya sengaja memilih mengambil TA mundur satu semester karena semester yang lalu lebih memilih untuk fokus di KP. Sedih rasanya ketika harus mengatakan wisuda saya mundur lagi.

Kembali berpikir satu tahun kebelakang ketika saya memilih stadion, Saya tahu betul bahwa kemampuan struktur saya tidak terlalu bagus. Selama saya di arsi saya banyak menonjolkan aspek-aspek sosial, prilaku dan lingkungan. Cenderung memilih struktur yang ‘aman’ tetapi tetap bisa menarik. Dengan alasan itu saya bertekad untuk mengambil stadion yang titik tekannya ada pada eksplorasi struktur bentang lebar. Selain karena ingin belajar struktur juga menjadi tantangan tersendiri bagi diri saya. beberap teman menyatakan saya nekad mengambil kasus itu untuk tugas akhir. dan hasilnya ternyata tantangannya belum bisa diselesaikan dengan baik. Ada celah yang membuat saya gagal. Huff..

Setelah semuanya tenang saya kembali keruang dosen pembimbing saya. saya menyatakan hasilnya. Cukup terharu ketika melihat bapak pembimbing sedikit berkaca-kaca. Beliau menyarankan saya untuk bertemu koordinator sidang pada hari senin. Beliaupun akan mencoba menemui koordinator sidang. Saya berpikir mungkin akan ada toleransi untuk menambah satu sidang lagi, tetapi akhirnya saya coba menghapus kemungkinan itu. Selain karena tidak ingin berspekulasi, sayapun merasa sudah cukup iklas. Banyak pembelajaran yang didapat ketika memilih stadion, aspek2 yang mungkin tidak saya dapatkan ketika melewati beberapa studio dengan lancar yang alhamdulillah selama saya di arsi tidak pernah mengulang.

Rasanya damai. Orangtua mengerti dan saya bersyukur telah melewati tahap itu. Membuat tugas akhir yang tidak nyaman. Kasus dan penekanan desain yang bukan ‘gw banget’. Saya lega telah berproses. Menyelesaikan sampai akhir apa yang telah saya mulai. Walaupun hasilnya tidk seperti yang dihrapkan, saya belajar banyak. Sangat banyak. Tidak ada alasan untuk tidak bersyukur. Terimaksih Tuhan, semua ini sangat berarti. saya beruntung.

2 komentar:

bergas bimo branarto mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
bergas bimo branarto mengatakan...

gw kagum bgt sama semua proses yg lu jalanin di 2 semester belakangan ini nit, banyak banget yg lu pelajarin.. nice!

Poskan Komentar