Coffee Lover’s




Saya termasuk orang yang suka minum kopi, tetapi sudah lama saya tidak banyak mengkonsumsi kopi karena saya memiliki maag. Ada hal-hal yang menarik antara kopi dan bandung sehingga saya mencoba mengangkatnya di VOID edisi April 2007.

Kota Bandung yang masih dikenal berhawa relatif sejuk dengan angin sesekali menyapa, siap memanjakan selera pencinta kopi dengan sederet tempat. Seni Minum Kopi di Bandung menghabiskan waktu senggang sore hari ataupun menjelang malam bersama orang terdekat ataupun menjamu relasi sambil "ngopi" di sebuah coffee shop sudah menjadi "kebutuhan" tersendiri. Tak jarang ada yang membawa buku untuk menikmati suasana tersebut. Selam tiga tahun terakhir ngopi di Bandung sudah menjadi sebuah gaya hidup.

Sebut saja The Black Coffibar yang berada di sisi kanan Jalan Cihampelas. Dengan konsep ruangan outdoor di lantai 1 dan indoor di lantai 2 Premiere Plasa yang didominasi warna hitam, menjamin rasa nyaman dan betah duduk berlama-lama menikmati sajian kopi beserta pastry yang tersedia. Begitu memasuki ruangan kedua, jangan heran kalau atmosfer pencinta kopi selalu diingatkan dengan tulisan di dinding yang berbunyi, "Where Coffee Becomes Art". Artinya, minum kopi dapat memberikan suatu nilai lebih kepada para penikmat kopi, yaitu kepuasan tersendiri didukung suasana yang comfortable tentunya.

Buat Anda pencinta kopi 'ringan', ditempat ini boleh saja memanjakan lidah dengan salah satu menu favorit dari lima jenis menu minuman kopi yang tersedia, yaitu "Oreo Coffee". Paduan antara kopi espresso, baileys, biskuit hitam dengan krim vanila, plus ice cream vanila yang di-blend cukup menggoda untuk dijadikan "teman" melepas lelah sepulang kantor atau sekadar hang-out dengan teman. Sementara, jika ingin menikmati sajian kopi hangat, bisa mencoba "Illy" dan "Black Mochacino". Sesingkat namanya, untuk menu pertama yang diambil dari bahasa Italia ini disajikan dengan kandungan kopi expresso saja. Untuk menu kedua, varian minuman kopi ini lagi-lagi masih diramu dengan kopi expresso, susu cair, dan cokelat cair.

Suka bereksperimen dengan minuman? Barangkali Anda bisa mencoba salah satu menu yang diracik melalui shaker dan masih menggunakan kopi espresso. Tak hanya itu, kandungan whiskey, vodka, bacardi, cointreau, menjadikan minuman jenis Coffee Cocktail yang bernama "Black Illusion" ini memiliki rasa unik. Bagaimana dengan kisaran harga? Ternyata, secangkir kopi plus pastry pilihan seperti Tiramisu atau Cream Cheese Cake, Anda hanya mengeluarkan uang dengan kisaran Rp 10.000,00 hingga Rp 60.000,00. Buat yang takut gemuk, jangan ragu untuk mengatakan kepada sang barriesta untuk menggunakan low sugar saja.

Tempat "ngopi" favorit lainnya di Bandung adalah Kafe Excelso. Ada tiga cabang Kafe Excelso yang dapat Anda kunjungi, Kafe Excelso Setiabudi, Bandung Supermal (BSM), dan Istana Plaza (IP). Tempat terakhir termasuk paling sering dikunjungi pencinta kopi sejak siang hari hingga malam hari sekira pukul 22.00 WIB. Namun jangan heran bila Anda datang di atas pukul 21.00 WIB, tidak diperkenankan santai sejenak di ruangan bernuansa serba cokelat ini."Kami menghargai waktu yang akan dinikmati para tamu ketika berada di tempat ini. Jadi, kami selalu berusaha mengingatkan mereka untuk tidak berkunjung 30 menit sebelum tutup. Kecuali minumannya mau dibawa pulang," jelas Rulliyana Soelaeman selaku Assistance Supervisor dari Kafe Excelso. Keunikan tempat anak perusahaan Kopi Kapal Api ini, menggunakan jenis-jenis kopi dalam negeri. Sehingga sasaran pembelinya tak hanya warga lokal. Banyak turis asing penikmat kopi memilih "Kalosi Toraja", misalnya. Hal ini karena adanya aroma yang lebih kuat dibanding kopi buatan luar negeri seperti "Jamaican Blue Mountain" yang memiliki biji kopi kecil-kecil sehingga aromanya lebih soft. Jika berkunjung ke coffee shop ini, jangan lupa mencoba salah satu menu favorit, Avocado Coffee. Tambahan buah alpukat yang di-blend membuatnya sedikit berbeda dengan minuman kopi lainnya. Apalagi jika ditambah pelengkap seperti croissant, sandwich, dan berbagai cake, mulai dari tiramisu hingga chocolate mouse.

Bagi Anda yang memang tidak dizinkan untuk mengonsumsi kafein, seperti menderita penyakit jantung, maag, jangan langsung khawatir. Karena Anda bisa memesan minuman kopi seperti "Decaffeinated Blend" yang bebas kafein sebanyak 80 hingga 90 persen. Walaupun suasana cukup dilengkapi bangku-bangku standar, sebagai tempat kongkow, atmosfer tersendiri bagi pengunjung. "Perlakukan tamu seperti teman sendiri. Hal ini yang akan mengundang mereka untuk kembali. Jadi tak sekadar menikmati kopi saja, tetapi ada kepuasan yang didapat dan belum tentu ada di tempat lain," Ungkap Rulliyana.

Khusus pencinta kopi asli tanpa campuran bahan kimia dan diproses dengan cara yang sangat tradisional, cobalah bertandang ke toko kopi Aroma yang terletak di jalan Banceuy Bandung. Di toko plus pabrik kopi yang berdiri sejak 1930 ini, dipastikan Anda akan mendapatkan kopi-kopi orisinal berusia 5-8 tahun!

Selayaknya toko dan pabrik yang menjual secara langsung. Di tempat ini, Anda tidak akan mendapatkan kenyamanan dari sebuah coffee shop. Lihatlah bagaimana orang-orang yang berdatangan dari berbagai penjuru kota di Indonesia, harus mengantre demi mendapatkan 1/4 kg atau 3 kg kopi. Mereka yang datang ke sini, kebanyakan para pencinta kopi yang lidahnya sudah bisa membedakan bagaimana taste kopi asli, kopi campuran, atau sekadar kopi esence. Tak heran tempat inipun pernah kedatangan utusan perdana menteri Jepang untuk memesan kopi.


Di toko yang semua peralatannya dibuat pada zaman Belanda inipun anda dapat membeli butiran kopi (bahan dasar kopi) dan kopi seduh. Hanya ada dua jenis kopi di tempat ini, kopi Arabica dan kopi Robusta. Yang istimewa, kedua jenis kopi ini baru dapat dikonsumsi setelah melalui proses penyimpanan selama 5 tahun untuk kopi Robusta dan 8 tahun untuk kopi Arabica. Dapat dibayangkan, kalau Anda minum seduhan kopi Robusta ataupun kopi Arabica dari tempat ini, berarti Anda sudah menikmati kopi yang berusia 5-8 tahun! Kopi Robusta didatangkan dari Bengkulu, Lampung, Tulung Agung, dan Wonosobo. Sedangkan kopi Arabica didatangkan dari Aceh, Medan, Toraja, Timor, dan Jawa Timur). Kopi-kopi ini dibedakan berdasarkan usia penyimpanannya.

Tak ayal, bila untuk satu jenis kopi, sang pemilik harus kehilangan 1 kg bobot kopi per tahun akibat penyusutan penyimpanan. Disitulah nilai keasliannya. Semakin tua kopi disimpan, semakin layak untuk dinikmati. Sebab melalui proses penyimpanan akan terjadi penyusutan kadar air, kadar asam, dan kadar kafein sehingga keasliannya sangat terasa. Jaminan kopi "Aroma" sebagai kopi organik bebas zat kimia, dimulai sejak penanaman yang anti pestisida. Dijemur di bawah sinar ultra violet, dipanaskan dengan tungku berbahan kayu bakar, dan dihaluskan menjadi kopi dengan alat tradisional. "Keaslian itu yang penting, sebab rasa tidak akan bisa dibohongi."

Nah, apa selera Anda dalam urusan ngopi? Sebutkan saja. Bandung sebagai kota wisata rasa, sudah menyiapkan segalanya untuk Anda.

1 komentar:

mbak dan mengatakan...

aku penggemar kopi juga niiiittt :)
nice writing!

Poskan Komentar