tentang lansia :)

Bbrp hari yang lalu saya nntn acara di metro tv yang saat itu sedang membahas tentang lansia dengan mengundang ketua pehimpunan lansia dan aktivis lansia. Dan saya baru tahu kalau ternyata Indonesia merupakan negara kedua tertinggi baik jumlah maupun presentasi lansia. Apakah ini menunjukan bahwa warga Indonesia panjang umur? Hehe ntahlah mungkin perlu melihat lagi riset-riset tentang ini, ditambah dengan perbandingan jumlah kematian bayi yang memang tdk sedikit di Indonesia terutama di Jawa Barat.

Selain jumlah dan presentasi penduduk, ternyata Indonesia pun memiliki presentasi terbanyak dalam lansia produktif. Lansia di Indonesia banyak yang masih bekerja baik di sektor formal maupun informal. Buruh pabrik, petani, sampai para pekerja pembuat bungkus ketupat di suatu kampung seperti yang saya lihat di berita kemarin. Hal ini mungkin sejalan dengan tuntutan hidup di negara yang tingkat kesejahteraannya masih rendah. Lansia masih tetap harus bekerja untuk memenuhi kehidupannya dan berbeda dari masyarakat negara maju yang memiliki anggaran sosial untuk ini dan terbiasa untuk ‘menabung’, membuat investasi untuk hari tua.

Setelah menonton itu saya coba buka-buka undang-undang ketenagakerjaan, dan ternyata TIDAK ADA UU yang mengatur tenaga kerja lansia. Padahal menurut saya tingkat urgensi UU ini lebih tinggi daripada UU pornografi. banyak sekali pekerja-pekerja lansia yang tidak mendapat perlindungan khusus ketika bekerja, padahal jelas ada hal-hal yang berbeda antara lansia dan usia produktif. Dengan kondisi masyarakat yang masih menuntut para lansia untuk tetap bekerja, jelas UU ini diperlukan.

Kalau saya melihat sendiri kakek dan nenek saya, kedua kakek nenek saya cukup aktif baik sebagai pengurus organisasi pensiunan militer, pensiunan isteri militer, pengajian, perkumpulan darma wanita dan beberapa organisasi lain. Kedua kakek sayapun sempat menjadi ketua RW di hari tuanya. Kakek saya yang pertama menjadi ketua RW selama sepuluh tahun sampai tahun kemarin setelah pensiun dari TNI AD dan yang satu lagi setelah pensiun dari departemen agama, sempat menjadi ketua RW dua periode sampai akhir hayatnya 4 tahun lalu. Yang saya liat dari kedua kakek-nenek saya, mereka selalu disibukan dengan kegiatan-kegiatan beragam di usia senjanya. Bahkan beberapa tahun terakhir kakek saya yang pertama mulai disibukan lagi dengan hobi lamanya yaitu berternak ayam, setiap harinya memberi makan dan menyuntik vaksin pada ayam-ayam di kandang seluas 11x8m. Kakek saya yang ini seperti memiliki tenaga layaknya orang muda, tak heran diusia yang sudah melewati 70 tahun masih suka manjat pohon jambu tinggi didepan halaman rumah padahal udah sering diingatkan untuk menyuruh oranglain saja tetapi tetap saja membuat orang-orang was-was dengan tetap memanjat. hahahhaa..Memang nakal sih kakek saya yang satu ini..

Selain itu ketika nenek saya sudah mulai tdk aktif di organisasi dan kurang banyak bergerak, nenek saya menjadi sering sakit-sakitan. Sampai akhirnya sekarang nenek saya menjadi sering memasak lagi, mencoba berkegiatan dengan membuat kreatifitas resep-resep baru dan cucu-cucunyalah yang ikutan senang ketika berkunjung :). Dengan berkegiatan saya melihat kakek nenek begitu semangat. Seakan mendapatkan spirit dan energi baru dalam menjalani hidup di masa tuanya. Hhmm mungkin karena produktif inilah di Indonesia presentasi lansia tergolong tinggi alias banyak yang panjang umur (diluar dari konteks takdir ya,, hahaha)

Rasanya sangat wajar jika dalam bahasan lansia di metro TV disebutkan bahwa panti jompo haruslah menjadi opsi terkhir sebagai alternatif lansia dihari tua. Bagaimananpun lansia ingin melanjutkan sisa hidupnya dengan kegiatan yang berarti bersama dengan keluarga dan bisa melihat sendiri perkembangan keturunannya. Walaupun memang terkadang prilaku lansia seperti anak kecil, terkadang menyusahkan dan mungkin dapat dianggap sebagai beban, namun mungkin justru itulah lingkaran hidup, dan bisa dijadikan kesempatan untuk berbakti dan mengabdi, seperti apa yang telah diberikannya dengan tulus ketika kita dibesarkan :)

Love you nek, kek,, i’m proud of u..

0 komentar:

Poskan Komentar